Banyak orang melihat saya hari ini sebagai Founder atau mantan karyawan di industri telekomunikasi yang sudah punya pengalaman panjang. Tapi kalau saya tarik mundur ke belakang, jejak saya dimulai dari hal-hal yang jauh dari kata mewah.
Selama 30 tahun, saya belajar satu hal penting: Di aspal, kepintaran akademik sering kali kalah oleh ketangguhan mental.
Waktu saya lulus dari Universitas Brawijaya, saya masuk ke dunia distribusi saat teknologi belum secanggih sekarang. Tidak ada GPS, tidak ada laporan real-time di ponsel. Kami hanya punya peta kertas dan insting.
Di era itu, saya belajar bahwa keberhasilan eksekusi dimulai dari kedisiplinan rute. Kalau rute Anda parkir karena malas, maka omzet Anda juga akan lemes. Saya belajar bagaimana menghadapi penolakan di depan pintu toko, sebuah pelajaran yang tidak pernah diajarkan di bangku kuliah saya.
Saat masuk ke level manajemen di Indosat, tantangannya berubah. Saya bukan lagi pemain tunggal, tapi dirigen orkestra. Di sini saya melihat banyak manajer yang strateginya keseleo karena mereka lupa cara bicara dengan orang lapangan.
Saya sering menemui manajer yang hanya bisa main angka di Excel, tapi takut mencium aroma matahari di pasar. Padahal, sistem yang kuat hanya bisa dibangun jika kita tahu persis di mana letak macetnya distribusi, bukan cuma tahu hasil akhirnya saja.
Banyak Business Owner UMKM yang saya temui hari ini sedang mengalami apa yang saya rasakan 20 tahun lalu. Mereka punya semangat ngegas, tapi sistemnya masih blong.
Jejak 3 dekade ini saya tulis bukan untuk pamer keberhasilan, tapi untuk menunjukkan bahwa setiap kegagalan eksekusi yang Bapak/Ibu alami hari ini, kemungkinan besar sudah pernah saya alami dan saya temukan jalan keluarnya.
“Di lapangan, pengalaman bukan soal berapa lama Anda bekerja, tapi berapa banyak masalah yang berhasil Anda bongkar. Jangan malu dengan proses merangkak, karena dari sanalah insting bisnis Anda terbentuk. Saya ingin pilar ini menjadi pengingat bagi Bapak/Ibu bahwa kesuksesan bukan hasil dari satu strategi ajaib, tapi akumulasi dari ribuan langkah kecil yang konsisten dilakukan di atas aspal.“
Mari berdiskusi bagaimana saya bisa membantu Anda bongkar hambatan tersebut dan kembali ngegas mengejar target melalui mentoring, coaching, atau pembangunan sistem.